10K

Akhirnya, 10km pertama berhasil saya lewati pagi ini. Yup, seumur-umur baru kali ini saya mampu berlari tanpa henti dengan jarak tempuh 10.4km. Sebelum-sebelumnya mentok di satu digit saja tapi nafas dan kaki sudah tidak sinkron, gemetaran. Berbeda dengan pak Herwan Ng yang sudah pernah lari puluhan kilometer. Pastinya beliau sudah jauh lebih berpengalaman ketimbang saya.

Jadwal berlari saya seminggu 3x. Yaitu hari Senin/Selasa, Jumat dan Minggu. Hobi? enggak sih. Suka? enggak juga. Lari itu enggak ada enak-enaknya. Wong bikin jantung serasa hampir putus, sendi-sendi mau lepas. Sengsaralah pokoknya. Terus knapa dilakukan? karena saya butuh sehat, itu saja alasannya. Semisal ada opsi sehat tanpa olahraga saya pasti milih yang enggak usah olahraga tapi badan tetep sehat. Serius…

Tapi beneran, kalo dilakukan secara rutin (meskipun tersiksa) banyak banget manfaat yang bisa kita dapatkan dengan berlari, diantaranya :
– enggak gampang ngantuk,
– badan jadi enteng,
– enggak malas2an,
– bb terjaga,
– persendian tidak kaku,
– nafas jadi plong,
– pikiran fresh,
– ide-ide bermunculan,
– … dll
Positif banget kan? Tapi ya itu butuh persistensi yang tinggi agar hasrat berlari tetap terjaga. No excuse. Berani mendelay keinginan untuk bersantai-santai… dan lain sebagainya.

Gimana? Setelah rutinitas 10.000m apakah sekarang mau Lari sama saya pak Syamsul Safin. Kemarin juga sepertinya ibuk Dani Sofina Sibuea juga sedang ‘merintis’ sebuah peLARIan, semoga masih diaiplin dan konsisten ya buk.

Credit :
Jarak tempuh = 10.400m
Waktu tempuh = 1 jam 15 menit
Kecepatan rata2 = 8.32 kpj
Elevasi = 163m
Aplikasi = relive

#run#health#construction#civil#engineer#structure#mining#amman#project#facility#architect#openforproject

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *