Bekerja dengan Ekspatriat

Mungkin bagi sebagian kita berpikir bahwa itu akan susah, khususnya karena kendalaΒ #bahasa, yang mana ini menjadi elemen krusial dalam mendeliver sebuah pekerjaan. Namun sepanjang pengalaman saya membuktikan bahwa itu tidak sepenuhnya benar.

Apakah #conversation saya bagus? enggak juga. Biasa saja. Prinsip saya #justkeepgoing#yangpentingngomong. Selama masing-masing paham apa yang dimaksudkan dan dimaukan, hajar saja. It’s okkay. Terbukti bahwa sekian proyek sudah bisa diselesaikan. Bahkan beberapa diantara mereka masih menjalin komunikasi dan sesekali memberikan rekomendasi hingga saat ini. Alkhamdulillah.

Ada hal yang menarik di sini, bahwa ekspat masih memiliki toleransi dalam hal #komunikasi. Mereka tidak menuntut kita untuk 100% benar dalam berbicara. Bahkan Saat saya ngobrol dengan mereka, tak pernah sekalipun dari ekspatriat ada yang berucap…
“kamu salah, harusnya tidak seperti itu…”
Mereka tidak pernah melakukan itu. Lho, bukannya itu justru tidak baik? Bisa jadi iya, namun sepertinya mereka memiliki #etika untuk tidak mau menyinggung lawan bicaranya. Toh secara garis besar mereka sudah paham.

Lalu darimana saja ekspat yg sudah saya ajak ngobrol dan bekerja bersama selama ini? banyak. Bahkan boleh dibilang lumayan banyak untuk orang yang berkutat hanya di area #Semarang saja dan tak pernah sekalipun ke luar negeri ini. Ada Amerika Serikat, Britania Raya, Belanda, Italia, Jerman, Singapura, Denmark, China, India, Argentina, Australia, Filipina, Turki…

So, jangan khawatir klo bekerja dengan ekspatriat. Justru itu adalah kesempatan kita untuk mempertajam #skill conversation dan memperluas jaringan koneksi. Intinya, jangan lelah untuk #belajar.

Credit : foto tangkapan layar saat overnight meeting (US-Italy-Netherland-Semarang)

#language#conversation ##construction#mining#amman#project#facility#architect

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *