Integritas (part. 2)

Semarang, kamis 3 Februari 2022, di sebuah teras rumah temen :

Teman : “Harga dari mas G itu 5jt…”

Saya : “Terus? “

Teman : “Terus sama orang pabrik (yg nerima penawarannya) di up menjadi 20jt”.

Saya : “WHAATTT…?”

Teman : “Lalu ada lagi mas di pabrik X, yang tadinya belasan juta dijadikan puluhan juta”.

Saya : (dalam hati) “ebuseeettt”.

Menerima berkas2 penawaran sudah biasa saya lakukan dari tahun 2009 hingga sekarang. Sudah lebih dari satu dasawarsa. Nilainya bervariasi, dari yang cuma 6 digit sampe yang 11 digit. Nah cerita soal mark-up harga seperti ini juga sudah biasa saya dengar dan kiranya telah lama menjadi rahasia umum. Hanya saja tiap kali saya mendengarnya, tetep saja dahi ini berkernyit dan berpikir… kok bisa ya, berbisnis di dalam bisnis?! mengambil keuntungan dari yang memberinya pekerjaan.

Hal yang tentunya di luar kontrol dari para owner dan pemilik proyek/bisnis, mengingat begitu banyaknya agenda yang mereka punya tiap harinya. Justru mereka meng-hire oknum2 itu untuk mempermudah urusan tersebut. Tapi ternyata…

Masalahnya, jika yang demikian dibiarkan berlarut-larut. Atau malah nggak tahu bahwa ada praktik ilegal di dalam, maka akibatnya bisa fatal. Cash flow bisa goyang gak karuan atau bahkan jatuh beneran. Kasihan kan?

Tapi jangan khawatir, saya siyap kok buat bantu-bantu. Urusan proyek, you can trust me!

Dengan database yang saya punya, dan pengalaman yang saya miliki, akan saya kawal tiap sen rupiah sesuai dengan peruntukan yang semestinya.

Talk is cheap…
yaahh… betoel. Untuk klarifikasi bisa dicek orang2 yg ada di kolom rekomendasi, orangnya masih hidup semua. Walk the talk bro.

#jobseeker#talentready#construction#civil#engineer#structure#mining#amman#project#facility#architect

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *