𝗣𝗥𝗢𝗫𝗬 𝗣𝗢𝗬𝗘𝗞

Satu kompetensi yang hendaknya mesti dipunyai oleh seorang manajer, dalam hal ini project manajer atau manajer konstruksi adalah kemampuan untuk ‘connecting the dots’. Kemampuan yang bisa menyatukan beragam #stakeholder dalam sebuah #project sehingga memiliki satu visi dan misi yang sama yaitu menyukseskan target project sesuai dengan #schedule dan spesifikasi yang diinginkan oleh pemilik project.
Seperti yang kita ketahui bahwa dalam sebuah project berkumpul stakeholder dengan beragam latar belakang. Diantaranya :
– Owner atau pemilik proyek
– Kontraktor
– Konsultan
– Suplier/vendor
– Tenaga tukang
– Regulator pemerintah
– Investor
– Komunitas lokal
– HSE
– dll.
Tentu saja hal yang tidak gampang untuk menyatukan sekian banyak stake holder menjadi satu langkah yang sama. Untuk itu diperlukan semacam ‘proxy’ yang bisa dan memiliki kemampuan untuk menghubungkan masing-masing stakeholder tersebut.
Karena seringkali dalam sebuah project terjadi kesalah pahaman antara satu mandor dengan mandor yang lain, ada leader departemen a yang ogah bertemu dengan leader departemen b atau pak Bos yang enggan berinteraksi dengan manajer x walaupun sebetulnya dia butuh, di sinilah peran ‘proxy’ itu dibutuhkan. Menjadi jembatan pada satu keadaan yang dibutuhkan akan tetapi terputus oleh ego masing-masing individu.
Bukan perkara yang gampang memang, karena diperlukan kedewasaan dan wawasan serta pengalaman yang
