𝗘𝗩𝗔𝗟𝗨𝗔𝗦𝗜 𝗞𝗘𝗧𝗘𝗥𝗟𝗔𝗠𝗕𝗔𝗧𝗔𝗡 𝗣𝗥𝗢𝗬𝗘𝗞 𝗗𝗔𝗥𝗜 𝗥𝗘𝗔𝗟𝗜𝗦𝗔𝗦𝗜 𝗣𝗘𝗡𝗚𝗘𝗟𝗨𝗔𝗥𝗔𝗡

#Budget sebuah proyek tersusun atas material dan tenaga. Umumnya komposisinya 80-20, 70-30 atau pada pekerjaan dengan volume besar dan perlu ketelitian, persentase tenaga bisa sampai pada besaran 50% dari total nilai #proyek keseluruhan. Dari komposisi ini sebenarnya kita bisa mendiagnosa penyebab sebuah proyek mengalami perlambatan atau progres yang pelan sekali.
Misalkan gini, sebuah proyek memiliki nilai sebesar 100jt yang kemudian kita tentukan besaran budget untuk tenaga kerja tersebut adalah 30% atau 30jt. Pada empat minggu pertama terealisasi untuk membayar upah pekerja berada di angka 6jt. Dari data ini kita bisa melakukan pendekatan kasar waktu yang dibutuhkan unyuk menyelesaikan proyek tersebut. Yaitu 4 minggu x (30jt:6jt) = 20 minggu. Jadi, waktu yg diperlukan adalah 20 minggu.
Padahal user menghendaki agar proyek bisa dikerjakan dalam waktu 10 minggu saja. Yang berarti separo dari jumlah waktu yang bisa dialokasikan. So, how to fix it? Kita kalikan pengeluaran untuk tenaga menjadi dua kalinya. Namun karena waktu sudah berjalan 4 minggu dan budget terpakai sudah 6jt, sehingga waktu yg tersisa tinggal 6 minggu dan budget 24jt. Make it simple, budget harus habis dalam waktu 6 minggu. Itu artinya dalam seminggu di minggu-minggu yg tersisa pengeluaran untuk tenaga adalah sebesar 4jt.
Jadi, dari yang seminggu budget tenaga adalah 1,5jt, maka untuk mengejar target kita naikkan menjadi 4jt. Sehingga penambahannya lebih dari dua kali lipat, yaitu 2,7x lipat. Dari yang sebelumnya menggunakan 10 tenaga, menjadi 27 orang tenaga. Lalu apakah dengan demikian #progress akan dapat terkejar?
Semoga saja.
